Jumaat, 9 Disember 2011

Air Mata Bidadari






air mata bidadari menulis
Setiap detik umur kita pergi,
Pergi tidak akan kembali lagi,
Setiap nafas turun naik mengurangkan lagi,
Dari detik ke minit, dari minit ke saat....

Dia bertambah laju pergi,
Dihakis lagi umur kita, tanpa kita sedari,
Dari saat ke hari, speed kelajuannya bertambah lagi,
Lagi cepat umur kita yang pergi....

Dari hari ke minggu, makin jauh umur kita pergi,
Yang pergi itu tidak berganti,
Yang pergi tetap pergi, yang datang mengurangkan lagi,
Dari minggu ke bulan, bertambah laju umur kita lari....

Lari tidak akan bertemu lagi,
Yang lari tetap lari, tidak kembali,
Dari bulan ke tahun,
Oh makin jauh dia pergi....

Dari tahun ke tahun pacuannya terlalu laju,
Begitulah umur kita pergi, setiap detik dia luak,
Kita merasa umur kita bertambah lagi,
Luak, terus luak, kurang terus kurang,
Kita merasa umur kita bertambah panjang....

Kita pun berangan-angan panjang,
Kerana merasakan hidup panjang lagi.

Tiba-tiba MATI...

Di waktu itu terbeliak biji mata,
Bekalan yang dibawa tiada,
Menyesal sepanjang masa, tidak berkesudahannya.



Tiada ulasan:

Catat Ulasan